Bisnis Budidaya Jabon

BUDIDAYA POHON JABON

Investasi Masa Depan

Senin, 30 Januari 2012

BUDIDAYA POHON JABON

Jabon Minas

Investasi Usaha Hutan Tanaman Jabon sebagai pelaku penyedia bahan baku tanamanan industri pada kebutuhan industri-industri pengolahan kayu, kertas maupun industri pengolahan yang bersumber dari bahan baku kayu merupakan langkah bijak, dapat memberikan harapan kesejahteraan yang cerah dengan sumber pendapatan/ profit yang tinggi.

Jabon merupakan satu diantara kayu unggulan dimana pada saat ini dan untuk kedepannya Jabon diandalkan sebagai bahan baku dalam perindustrian kayu, karena Jabon memiliki keunggulan dibangdingkan kayu unggulan lainnya, baik dari pertumbuhan, struktur, maupun mutu kayunya, dan dari sisi ekonomisnya, pohon jabon juga dapat dipanen dengan cepat, mudah dirawat, dan harganya juga bernilai tinggi.

Kebutuhan kayu Jabon akan terus meningkat akibat efek dari kebijakan pemerintah, tentang pelarangan penebangan kayu dari hutan alam, namun disamping itu sisi baiknya, Pemerintah Menerbitkan PP No.6 Tahun 2007 tentang HTR Hutan Tanaman Rakyat, terutama salah satunya adalah HTR Pola mandiri , untuk jenis tanaman masyarakat diberi kebebasan dalam memilih, namun disarankan tanaman yang mempunyai daur (umur) pendek 8 tahun, memiliki nilai ekonomi tinggi serta mudah dalam pemasarannya, pemerintah juga dapat membantu mengatur mekanisme pemasaran dengan pengusaha perkayuan, tentu dalam hal ini adalah sebuah Nuasa baru dalam tata kelola hutan di indonesia , dimana pemerintah pasti melandasinya dengan niat baik bagi kesejahteraan Rakyat, Perubahan yang patut disambut dengan gembira.

Budidaya Jabon merupakan pilihan yang tepat dilihat dari segala sisi kelebihannya, maka bisa katakan kita telah menjadi pelaku sebagai penyedia kebutuhan bahan baku bagi industri kayu. Sejenis kayu keras yang pertumbuhanya sangat cepat dapat tumbuh cepat dan subur.Kayu Jabon dapat hidup di tanah Lempung,pod solid,tanah liat,tanah berbatu dan lain-lain.Saat ini kayu Jabon menjadi andalan industri perkayuan seperti:kayu lapis,plywod,industri mebel,plup produsen peti buah,mainan anak-anak,korek api,alas sepatu,papan,triplek dan lain-lain.Nilai Eksport ke negara industri maju sebagai kayu bubur kertas seperti di Jepang.

JABON (Antocephalus cadamba)

Jabon adalah Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, Tanaman yang termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1 000 m dpl, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat, dan aluvial lembab yang yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang beraerasi baik.
Jabon adalah jenis pohon cahaya (light-demander) yang cepat tumbuh. Pada umur 3 tahun tingginya dapat mencapai 9 m dengan diameter 11 cm. Pada usia 5-6 tahun lingkar batangnya bisa 40 sampai 50 cm, diameter Pertumbuhan antara 5-10 cm/tahun. Di alam bebas, pohon Jabon pernah ditemukan mencapai tinggi 45 m dengan diameter lebih dari 100 cm.
Bentuk tajuk seperti payung dengan sistem percabangan melingkar. Daunnya tidak lebat. Batang lurus silindris dan tidak berbanir dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus. Batangnya bebas cabang sampai 60%,cabang akan rontok sendiri (self purning), warna kayunya putih krem (kuning terang) sampai sawo kemerah merahan.



Kayunya mudah dikeringkan, mudah dipaku, di bor dan di lem, susutnya rendah. Sangat mungkin dimanfaatkan oleh Industri kayu, Mebel/Furniture, Bahan Plywood/kayu Lapis, Batang Korek Api, Alas sepatu, Papan, Peti, bahan kertas kelas sedang.
Pohon usia 5 tahun dapat di panen, Usaha Kebun JABON menguntungkan dan menjanjikan

Karakter Tanaman
Tanaman kayu keras yang dapat tumbuh sangat cepat. Lingkar batang pada usia 6 (enam) tahun bisa mencapai di atas 40-50 cm. Jabon cepat tumbuh pada umur 4—6 tahun dan Mencapai usia optimal panen pada usia 10-15 tahun.
Usia 5-6 th sudah dapat dipanen. Pertumbuhan diameter pohon antara 5-10 cm/tahun.

Kelas Kayu adalah :

  • Kelas Keras : III
  • Kelas Awet : V

Karakteristik Kayu

Karena warna kayunya kuning terang sampai putih, sangat mungkin untuk dimanfaatkan oleh industri kayu. Kerapatan kayu (density) 290-560 Kg/M3 pada kadar air 15%, Tekstur kayu bagus. Berserat lurus,kurang mengkilat (redup) dan tidak berbau. Mata kayu sedikit karena Percabangan kurang.
Kayu Jabon gampang dikerjakan baik dengan alat tradisonal maupun mesin. mudah dikeringkan, mudah dipotong dan diketam, mudah dipaku, dibor dan dilem.
Menghasilkan permukaan kayu yang halus. Penyusutan kayu rendah, Penyusutan radial 0,8% dan penyusutan tangensial 2,1%, Kelenturan modulus (Modulus Elasticity) berkisar 7,700—9,300 N/mm2

Nama Botanis
Anthocephalus chinensis (Lamk.) A. Rich. ex Walp. syn. Anthocephalus cadamba Miq, famili Rubiaceae.


Nama Daerah

Seuribee eik, Gempol, pepohong, snex. Seribu naik, Jabon, jabun, hanja, kelampeyan, kelampaian (Jw); galupai. galupai bengkal, harapesn, johan, kalam¬pain, kelampai, kelempi, kiuna, lampaian, pelapai¬an. selapaian, serebunaik (Smt); ilan, kelampayan, taloh, tawa telan. tuak, tuneh, tuwak (Kim); bance, pute. loeraa, pontua, suge manai, sugi manai, pe¬kaung. toa (Slw); gumpayan. kelapan. mugawe, sencari INTB); aparabire, masarambi (lJ),

Nama di Negara Lain
Gao (Vnl); kadam (Bma, Fr, Gm, Ind, It, NI, Pak, Sp, UK, USA); laran (Sb); kelempayan (Mly); selimpoh, limpoh, entipong, sempayan (Swk); bangkal (Bm); mau-Iettan-she (Bma); kaataan bangkal (PI).

Daerah Penyebaran
Seluruh Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur, Kali¬mantan Selatan, Kalimantan Timur, seluruh Sula¬wesi, Nusa Tenggara Barat, Irian Jaya.

Hutan Sumatera - Minas Km 35 - Kab.Siak


Habitus
Tinggi pohan dapat mencapai 45 m dengan pan¬jang batang bebas cabang 30 m, diameter sampai 160 Cm. Batang lurus dan silindris, bertajuk tinggi dengan cabang mendatar, berbanir sampai ketinggi¬an 1,50 m, kulit luar berwarna kelabu-coklat sam¬pai coklat, sedikit beralur dangkal.

Sifat-Sifat Kayu Jabon
Sifat Fisik
• Warna Kayu teras berwarna putih semu-semu kuning muda, lambatlaun menjadi kuning semu-semu gading, kayu gubal tidak dapat dibedakan dari kayu teras.
• Tekstur kayu agak halus sampai agak kasar.
• Arah serat lurus, kadang-kadang ag8k berpadu.
• Permukaan kayu licin atau agak licin.
• Permukaan kayu jelas mengkilap atau agak mengkilap.
• Pori bergabung 2-3 dalam arah radial, jarang so¬liter, diameter 130-220 µ, frekuensi 2-5 per mm2.
• Parenkim agak jarang, dapat dilihat di bawah loupe 10x seperti garis-garis pendek yang ter¬sebar, seringkali 2-3 garis bersambungan dalam arah tangensial di antara iari-jari dan bersing¬gungan dengan pori, atau membentuk garis-garis panjang yang halus dan merupakan jaringan se¬perti jala dengan jari-jari
• Jari-jari uniseriat, tinggi 580 µ, lebar 44 µ, fre¬kuensi 2-3 per mm.
• Panjang serat 1.979 µ dengan diameter 54 µ, tebal dinding 3,2 µ dan diameter lumen 47,6 µ
Sifat Fisis
Berat jenis: 0,42 (0,29-0,56)
kelas kuat: III-IV
Penyusutan sampai kadar air 12% adalah 3,0% (R) dan 6,9 %(T)

Sifat Mekanis
Keteguhan lentur static
Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 294 k 387
Tegangan pad a batas Patah (Kg/CM) b 516 k 691
Modulus elastisitas (1.000 Kg/Cm2 b 5,4 k 68,0
Usaha sampai batas proporsi (kgm/dm3) b 0.3 k 0.80
Usaha sampai batas patah (kgm/dm3 b 5.4 k 6.0

Keteguhan Pukul
Radial (Kgm/Dm3) b 20.2 k 22.3
Tangensial Kgm/dm3) b 20.6 k 24.2
Keteguhan tekan sejajar Tegangan Maksimum (Kg/Cm2) b 279 k 374
Kekerasan (JANKA)
Ujung (kg/cm3) b 275 k 374
Sisi (kg/cm2) b 239 k 268

Keteguhan Geser
Radial(Kg/Cm2) b 36.6 k 48.4
Tangensial (kg/cm2) b 46.4 k 59.1

Keteguhan belah
Radial(Kg/Cm) b 36.2 k 36.1
Tangensial (kg/cm) b 55.0 k 55.1

Keteguhan tarik tegak lurus arah
Radial (kg/cm2) b 32.6 k 25.0
Tangensial (kg/em2) b 38.4 k 31.4

Sifat Kimia
Kadar:
Selulosa 52,4%
Lignin 25,4%
Pentosan 16.2%
Abu 0.8%
Silika 0,1%
Kelarutan
Alkohol-benzena 4.7%
Air Dingin 1.6%
Air panas 3,1%
NaOH1 8,4%
Nilai Kalor 4.731 call/g




PENGOLAHAN
Keawetan
Kayu jabon dimasukkan ke dalam kelas awet V, demikian juga berdasarkan percobaan kuburan jenis kayu ini termasuk kelas awet V. Daya ta¬hannya terhadap rayap kayu kering termasuk ke¬las II. sedangkan daya tahannya terhadap jamur pelapuk kayu termasuk kelas IV-V

Keterawetan
Keterawetan kayu jabon termasuk kelas sedang

Pengeringan
Kayu jabon termasuk mudah dikeringkan dengan sedikit cacat berupa pecah dan retak ujung serta sedikit mencekung. di samping itu karena mudah diserang jamur biru, maka kayu jabon perlu dike¬ringkan secara cepat di udara terbuka

Pengeringan alami
Pengeringan papan tebal 2,5 cm dari kadar air 82% sampai kadar air 14% memerlukan waktu 38 hari. Pengeringan dalam dapur pengering. Bagan pengeringan yang dianjurkan adalah suhu 57-76,5ºC dengan kelembaban nisbi 70-30%.

Pengerjaan
Kayu jabon dilaporkan mudah digergaji. Hasil pe¬ngujian sifat pemesinan menunjukkan bahwa kayu jabon dapat dibentuk, dibuat lubang persegi dan diamplas dengan hasil baik, sedangkan penyerutan, pemboran dan pembubutan hanya memberi hasil sedang saja.

Kegunaan
Kayu jabon dapat dibuat sebagai bahan bangunan non-konstruksi, mebeler,bahan plywood (kayu lapis/tripleks), Papan, peti pembungkus, cetakan beton, mainan anak-anak, Alas sepatu, korek api, konstruksi darurat yang ringan, cocok untuk pulp serat pendek yang memproduksi kertas kualitas sedang, dan sebagai Silvikultur.



Venir
Kayu jabon mudah dibuat venir tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 92° untuk tebal venir 1,5 mm.

Kayu lapis
Perekatan venir kayu jabon dengan urea-formal-dehida menghasilkan kayu lapis yang memenuhi persyaratan standar Indonesia, Jepang dan Jerman.

Tempat Tumbuh
Jabon umumnya tumbuh pada tanah alluvial lem¬bab di pinggir sungai dan di daerah peralihan an-tara tanah rawa dan tanah kering yang kadang¬-kadang digenangi air. Selain itu dapat juga tum-buh dengan baik pada tanah liat, tanah lempung
podsolik coklat, tanah tuf halus atau tanah lem¬pung berbatu yang tidak sarang. Jenis ini memerlukan iklim basah hingga kemarau kering di dalam hutan gugur daun dengan tipe curah hu-jan A dan D, mulai dari dataran rendah sampai ke¬tinggian 1.000 m dari permukaan laut

Permudaan
Permudaan alam banyak sekali terdapat ter¬utama pada tempat-tempat terbuka seperti pada bekas tebangan, bekas jalan sarad atau bekas perladangan. Jabon termasuk jenis pionir yang dapat membentuk kelompok hutan alam murni pada tempat yang bebas persaingan cahava. Permudaan buatan banyak dilakukan di Jawa Timur. Biji disemaikan lebih dahulu di dalam bak kecambah, kemudian setelah tumbuh dan men¬capai tinggi 3 cm dipindahkan ke bedeng pe¬nyapihan atau ke dalam bumbung. Setelah men¬capai tinggi 20-30 cm ditanam di lapangan pada permulasn musim hujan. Penanaman dapat pula dilakukan dengan cabutan atau stump. Jarak ta¬nam 3 m x 2 m. Pertumbuhan jabon termasuk cepat, sehingga pada umur 3 tahun harus di¬lakukan penjarangan pertama dan pada umur 25 tahun sudah dapat menghasilkan kayu per¬tukangan

Buah
Pohon jabon berbuah setiap tahun pada bulan Juni-Agustus. Buahnya merupakan buah maje¬muk berbentuk bulat dan lunak, mengandung biji yang sangat kecil. Jumlah biji kering udara 18¬26 juta butir per kg. Jumlah buah 33 butir per kg atau 320 butir per kaleng minyak tanah. Buah yang berukuran sedang dapat menghasilkan se¬kitar 8.300 pohon. Biji yang telah dikeringkan dan disimpan pada tempat yang tertutup rapat dalam ruangan yang sejuk dapat tahan selama satu tahun

Hama dan Penyakit
Tanaman muda biasa dimakan binatang liar se¬perti rusa dan banteng. Serangga dan jamur Gloeosporium anrhocephali Desm and Mont. menyerang daun yang menyebabkan defoliasi dan mati pucuk.

Pembahasan
1. Kayu Jabon digunakan untuk korek api, Slet (pinsil), sumpit sebab kayu jabon ringan, serat lebih halus sehingga mudah pengejaan sewaktu di olah menggunakan mesinatu sewaktu masuk kemesin pengolahan.

2. Sebagai Peti pembungkus atau peti kemas selain mempunyai keteguhan gesek, keteguhan pukul dan cukup ringan bisanya di guanakan sebagai paking box sebelum barang yang di kemas di muat atau dimasukkan kedalam container sewaktu pengiriman barang sebelum di kirim terlebih dahulu di sterilkan (Fumigation) dan kayu jabon tahan terhadap serangan jamur perusak.

3. Kayu Jabon juga sebagai bahan kerajinan tangan berupa hiasan atau mainan di karena menpunyai sifat kayu yang lunak serat lebih halus sehingga mudah dalam pengerjaaanya.

4. Kayu Jabon juga dapat digunakan sebagai bahan baku kertas (pulp) dikarenakan mempunyai sifat kimia yaitu memiliki kandungan selulosa cukup tinggi ± 52.4% dan panjang serat 1.979.

5. Kayu Jabon dapat di guanan sebagai kontruk darurat ringan yang bersifat sementara dan jangka waktu pendek mengingat kayu jabon termasuk kelas awet IV-V yang tidak terlalu lama apalagi bila di luar out door. Tapi kayu jabon tidak cocok untuk kontruksi bangunan permanen.

6. Kayu jabon sebagai veneer atau bahan baku kayu lapis (plywood) karena memiliki serat yang harus, berat kayu tergolong ringan, pada umumya bentuk batang silindris sehinnga tidak bayak bahan yang terbuang sewaktu masuk mesin rotary (pengupasan). Dan memunyai tingkat keuletan sehigga veneer yang di hasil kan tidak mudah robek atau patah mengingat panjang serat cukup tinggi. Untuk sekarang ini banyak di gunakan seperti yang di gunakan pada salah sayu perusahaan plywood di kab Cirebon jawa barat.

7. Untuk pengembangan dan pembudidayaan jenis kayu jabon untuk sekarang ini banyak di lakukan oleh perusaahan atau industry primer/penggergajian dan industry plywood pada lahan kritis atau yang terbuka mengingat jenis ini mudah tumbuh pada lahan terbuka yang cukup mendapat cahaya matahari.

PEMBIBITAN POHON JABON

Benih Jabon dan cara Penanamannya
• Biji jabon standar,dengan tingkat perkecambahan per ons antara 2000 sd 20.000 kecambah.
• biji jabon yang disemai disiram dengan memakai sprayer dan dicampur fungisida antrakol dosis rendah(untuk menghindari jamur).
• Setelah kecambah setinggi 2 sampai 3 cm dan berdaun 4, dicabut untuk dipindahkan ke media polybag sedang diameter minimal 8 sd 12 cm.
• Sebelum ditanam di polybag, maka cukup di cuplik bagian bawah akarnya memakai bilah bambu.
• Jabon pindahan dari cabutan belum kuat panas, pemindahan efektif di sore hari. penyiraman sehari 2 kali.
• Gunakan pupuk dan antrakol serta pestisida guna mencegah penyakit jamur dan ulat.
• Bersihkan kalau ada gulma.
• Dalam waktu sekitar 3 bulan jabon siap tanam.


Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
• kunci penanaman, bila dirasa tidak hujan setelah ditanam, siram dengan segayung air. maka jabon akan bertahan sampai 10 hari bila menunggu hujan.
• hama yang muncul setelah tanam sampai saat ini adalah, uret, busuk jamur(hujan tinggi), belalang dan ulat, hama ini mudah diatasi dengan indektisida, fungisida, campurkan dengan perekat.
• bila terpaksa dipangkas cabangnya, paling tidak 30 cm dari pangkal batang, untuk menghindari air masuk ke batang utama.
• pilihlah bibit yang berdaun hijau tua, batang hijau tua, jangan terkecoh jabon tinggi kayak lidi dan daunnya kuning.
• uret biasanya muncul bila intensitas hujan tinggi, gunakan disinon 10g bila furadan kurang mengatasi.
• hama yang muncul adalah ulat keket berduri, bisa disemprot atau diambil manual.


BUDIDAYA & NILAI INVESTASI

BUDIDAYA
Buka tanah dengan cangkul 40 X 40 cm dengan kedalaman – + 50 cm
urug kompos – + 2,5 kg,NPK (1 sendok) di kasih kantong air 10 cm
Buka Lobang Lebar 25 X 25 cm dalam 40 cm
urug kompos – + 2,5 kg,NPK (1 sendok) di kasih kantong air 10 cm.Sebagai pupuk dasar lihat gambar
PERAWATAN
Semprot Pestisida secara aktip per 1 atau 2 minggu sekali selama 3-5 bulan tergantung keadaan gangguan ulat dan belalang daun setelah daun sudah cukup banyak Fungsida sudah tidak perlukan lagi karena daun tak akan habis.



Pola Tanam
2 X 2,5 M
3 X 3 M
4 X 4 M
4 X 5 M

Setelah umur 1- 2 tahun 10 kg kompos dan 2 ons NPK.
2 – 3 tahun 20 kg kompos dan NPK 7,5 ons
Atau
1 – 2 tahun 30 kg kompos
2 – 3 tahun 30 kg kompos
Catatan:Lakukan pemupukan minimal 1 – 2 X dalam setahun
(TAPI JIKA ADA KEMAMPUAN LEBIH BAIK,PEMUPUKAN SAMPAI BATAS USIA PANEN 5 – 6 TAHUN AGAR HASIL LEBIH MAKSIMAL)


Asumsi
1. Area tanah 1 Ha milik sendiri
2. umur investasi 4-5 tahun.
3. harga kayu jabon sekarang Rp.2000/bibit
4. Biaya tebang ditanggung pembeli.

Pengeluaran:
No Keterangan Banyaknya Rp (satuan) Total
1 Lahan 1 Ha Uk. 3x3 m 1100 Pokok 2.000 /bibit 2.200.000
2 Pembersihan Lahan 1 Ha 1.000.000
3 Pembuatan Lobang & Penanaman 1100 1.000 1.100.000
4 Pupuk Dasar Kompos + NPK 1100 1.000 1.100.000
5 Perawatan & Pemeliharaan selama 1 tahun 3x per tahun 1100 1.000 4.400.000
6 Pemupukan 4 – 5 Tahun 1100 4.000 4.400.000
7 Biaya tak terduga 1.000.000
ASUMSI BIAYA 14.900.000




Hasil Panen Jabon:
1. 1 Ha dengan jrak tanam 2×3 maka akan jadi 1.100 pohon.
2. 1 Pohon akan menjadi rata-rata 1 sd. 1,5 kubik kayu potong, karena saya tidak tahu ilmu statistik maka saya coba ambil tengah-tengahnya saja misalnya per pohon jadi 1,25 kubik kayu potong
3. 1.100 pohon x 1,25 kubik = 1.350 kubik
4. 1.250 kubik x Rp.1.100.000 = Rp.1.512.500.000




Semoga Bermanfaat
by loemomba



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar